
ALL ABOUT WADUK PENJALIN
Di sini aku dilahirkan
Di sini aku dibesarkan
Di sini aku tinggal
Terima kasih Tuhan telah limpahkan
karuniaMu
Untuk alamMu yang indah
Untuk udaraMu yang begitu sejuk
Untuk orang-orangMu yang ramah
Dan untuk segalanya yang telah kau sajikan
untukku…
Di sini aku dibesarkan
Di sini aku tinggal
Terima kasih Tuhan telah limpahkan
karuniaMu
Untuk alamMu yang indah
Untuk udaraMu yang begitu sejuk
Untuk orang-orangMu yang ramah
Dan untuk segalanya yang telah kau sajikan
untukku…
Waduk Penjalin The Sweetest Place
Letaknya yang sangat strategis antara jalur padat Purwokerto-Tegal, membuat waduk ini tidak pernah sepi dikunjungi para pelancong. Setiap harinya tidak kurang dari 100 orang menyambangi tempat ini untuk berwisata, mulai dari kalangan pelajar, pemuda-pemudi dan para pemancing. Mereka umumnya berasal dari daerah yang tidak terlalu jauh dari waduk ini seperti Purwokerto, Wangon, Ajibarang, Bumiayu, Salem, Bantar Kawung dll.
Ada yang menarik di waduk ini selain udaranya yang sejuk, airnya yang jernih dan pemandangan alamnya yang asri juga tiket masuknya yang gratis alias 'free entrance tickete', hee…(gak taw nih knp bs gratis?)
Waduk penjalin dapat ditempuh dari Purwokerto, Tegal ataupun Cilacap baik menggunakan kendaraan bermotor maupun kereta api ataupun helly. Dengan angkutan umum jalur akses ke Waduk ini cukup baik, dari Purwokerto (30 km) dapat ditempuh +- 60 menit, dari Tegal +- 2 jam sementara dari Cilacap kurang lebih 1.5 jam. Dari jalan raya (pertigaan Patuguran) letaknya tidak terlalu jauh +- 500 m. Dengan kereta api pengunjung bisa turun di stasiun Patuguran, dari sini jaraknya lebih dekat +-300 m. Walaupun dekat dengan jalan raya angkutan menuju lokasi tersedia dengan memadai seperti Ojeg ataupun Angkudes. Dengan ojeg pengunjung dikenai tarif Rp.3000 sementara angkudes Rp.1000.
Waduk ini terletak di desa Winduaji/Patuguran yang merupakan wilayah paling selatan Kabupaten Brebes sehingga berbatasan langsung dengan kabupaten Banyumas. Dengan luas sekitar 125 ha, waduk ini merupakan lahan potensial sebagai sarana wisata/rekreasi ataupun perikanan/pertanian. Penduduk sekitar banyak yang menggantungkan kehidupannya dari waduk ini seperti mencari ikan, memelihara ikan dan menyewakan perahu-perahu kepada pengunjung. Juga waduk ini merupakan jalur transportasi utama penhubung antar dusun di kelurahan Winduaji walaupun jalan lingkar waduk penjalin sudah tersedia.
Waduk ini terletak di atas ketinggian 365 mdpl (meter di atas permukan laut) sehingga udara di sini terasa dingin dan sejuk. Waduk ini dikelilingi pedusunan seperti dukuh keseran, kaligarung, kedungagung, soka, karangsempu, blandongan dan karangnangka. Dusun-dusun ini merupakan dusun di bawah pemerintahan desa (kelurahan) Winduaji. Dimana pekerjaan rata-rata penduduknya adalah petani, nelayan, peternak, PNS, Pegawai, buruh pabrik, guru, TNI, POLRI, karyawan swasta dll. Winduaji merupakan kelurahan terbesar di kabupaten Brebes baik jumlah penduduk maupun luas wilayahnya.
SURGANYA PARA PEMANCING
Di sini mau ngapain aja boleh, mandi, renang, memancing ikan dll dan semuanya benar-benar gratis (freee) namun untuk yang suka memancing dikenai tiket khusus Rp.1000 dengan jangka waktu memancing seharian dan tidak ada batasan berapa kilogram ikan yang didapat. (asyik kan?)
Ikan di sini beragam mulai dari jenis munjahir, nila, melem, kalper, tawes, betutu dll. Biasanya pemerintah daerah menyebar benih ikan-ikan itu setahun sekali. Untuk para pemancing umpan yang biasa digunakan antara lain cacing, lumut jaring, udang kecil dan pelet. Untuk umpan jenis udang penduduk di sekitar waduk biasa menjual perpaket, 1 paketnya seharga Rp.3000. Namun sayang di sini belum tersedia tempat penyewaan alat pancing walaupun toko yang menjual peralatan pancing di sini cukup banyak.
PEKAN RAYA WADUK PENJALIN
Pekan raya ini biasa diadakan oleh pemerintah desa Winduaji 1 tahun sekali dimana waktunya mengikuti kalender Islam yaitu setelah hari raya Idul Fitri (Lebaran). Pekan raya ini sudah ada sejak dulu sekitar tahun +-1970-an. Pekan raya ini selalu di ramaikan oleh berbagai hiburan menarik seperti Panggung hiburan (dangdut), Komedi putar (undar), Balap Jukung (perahu), lomba tangkap bebek (itik) juga di sepanjang jalan masuk wisata akan berjajar ratusan warung kecil yang rata-rata menjajakan asesoris/cendramata dan kuliner (makanan). Untuk pekan raya ini pengujung akan dikenai bea masuk sebesar Rp.3000.
Pada pekan raya ini pengunjung akan membludak terutama menjelang hari berakhirnya pekan raya. Hal ini disebabkan biaya yang relatif murah serta akses menuju wisata yang mudah dijangakau. Menurut data kelurahan Winduaji pengunjung rata-rata per hari pada pekan raya ini bisa mencapai 5000 pengunjung. Namun sayang pengelolaan kurang maksimal. Pengunjung rata-rata berasal dari daerah sekitar Bumiayu, Ajibarang, Purwokero, Tegal dan Wangon.
Other sites about Waduk Penjalin view:
http://reena.blogsome.com/2006/03/02/jalan-jalan-ke-waduk-penjalin/
http://hyans.blogspot.com/2006/09/waduk-penjalin-di-saat-kemarau.html
http://www.fotografer.net/isi/anggota/pilihan.php
http://id.wikipedia.org/wiki/Waduk_Penjalin
http://matletters.wordpress.com/category/info-kampungku/
http://id.wikipedia.org/wiki/Paguyangan,_Brebes#Tempat_menarik
http://matletters.wordpress.com/2006/12/28/menjemput-senja-di-waduk-penjalin-winduaji-paguyangan-brebes/
http://longleytime.multiply.com/
http://bumiayu.wordpress.com/
http://reena.blogsome.com/2006/03/02/jalan-jalan-ke-waduk-penjalin/
http://hyans.blogspot.com/2006/09/waduk-penjalin-di-saat-kemarau.html
http://www.fotografer.net/isi/anggota/pilihan.php
http://id.wikipedia.org/wiki/Waduk_Penjalin
http://matletters.wordpress.com/category/info-kampungku/
http://id.wikipedia.org/wiki/Paguyangan,_Brebes#Tempat_menarik
http://matletters.wordpress.com/2006/12/28/menjemput-senja-di-waduk-penjalin-winduaji-paguyangan-brebes/
http://longleytime.multiply.com/
http://bumiayu.wordpress.com/